Home » 6 Fakta Penemuan Kerangka di Pohon Aren yang Terungkap sebagai Jasad Yuda Prawira

6 Fakta Penemuan Kerangka di Pohon Aren yang Terungkap sebagai Jasad Yuda Prawira

UniqueSuara.com – Misteri terkait identitas kerangka manusia yang ditemukan di dalam batang pohon aren di Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, akhirnya terungkap. Kerangka tersebut diketahui merupakan milik Muhammad Yuda Prawira, warga yang dilaporkan menghilang sekitar dua tahun lalu.

Penemuan itu sempat mengejutkan warga Dusun I, Desa Pamatang Ganjang, pada Selasa (9/9). Kerangka manusia tersebut berada di dalam batang pohon aren yang tumbang, membuat warga setempat heboh dan penasaran bagaimana jasad itu bisa berada di sana.

1.Kasus ini Ditangani Polres Sergai

Kasus penemuan kerangka manusia ini mulanya ditangani oleh Polsek Firdaus, namun kemudian dilimpahkan ke Polres Serdang Bedagai untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Firdaus, AKP Ahmad Albar, menjelaskan bahwa area tempat ditemukannya kerangka tersebut langsung diberi garis polisi. Batang pohon aren yang berisi kerangka manusia itu juga telah diamankan dan dibawa ke Polres untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Lokasinya sudah kami pasangi garis polisi, dan batang pohonnya juga sudah diamankan di Polres,” ujar Ahmad.

2. Warga Mengaku Kehilangan Anak 2 tahun yang lalu

Pasca penemuan kerangka tersebut, seorang warga setempat mengungkapkan bahwa putranya pernah hilang dua tahun lalu dan tidak pernah kembali hingga kini. Anak laki-laki itu dikabarkan pergi tanpa memberi kabar.

“Informasinya memang ada yang kehilangan anak sekitar dua tahun lalu, dan sampai sekarang tidak ada kabarnya,” ujar AKP Ahmad Albar.

Ahmad menjelaskan bahwa keluarga yang melaporkan kehilangan itu tinggal tak jauh dari lokasi penemuan kerangka. Putra mereka, yang lahir sekitar tahun 2002, disebut-sebut memiliki ciri pakaian yang mirip dengan yang ditemukan di TKP.

“Iya, mereka warga sekitar. Berdasarkan keterangan keluarga, pakaian dan celananya terasa familiar. Bahkan adiknya mengaku pernah melihat atau mencuci baju yang mirip,” jelas Ahmad.

3. Kerangka Mayat Ditemukan Utuh Dalam Pohon

Ahmad menyebut bahwa warga yang kehilangan anak tersebut adalah keluarga dari Muhammad Yuda Prawira (23). Namun pada saat awal penemuan, polisi belum dapat memastikan apakah kerangka yang ditemukan benar-benar milik Yuda. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan identitasnya.

Saat ditemukan, bagian kerangka itu masih dalam keadaan lengkap, meski posisinya sudah berserakan. “Kerangkanya utuh, lengkap, tetapi sudah tercerai-berai,” jelas Ahmad.

Selain kerangka, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban di dalam batang pohon tersebut. Barang-barang itu meliputi celana panjang hitam, kaus biru bertuliskan ‘just run’, sebuah ponsel Nokia, serta gelang aluminium berwarna perak.

4. Polisi Cek Sampel DNA Kerangka Manusia

Polisi kemudian mengirimkan sampel DNA dari kerangka tersebut ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri di Jakarta pada September lalu. Pemeriksaan DNA menjadi langkah utama untuk memastikan identitas korban.

“Tes DNA memang membutuhkan waktu cukup lama. Sampelnya sudah kami kirim ke Puslabfor Polri di Jakarta,” ujar Kasat Reskrim Polres Sergai, Iptu Binrod Situngkir.

5. Kerangka Manusia Ternyata Yuda Prawira

Belakangan, polisi berhasil mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di dalam pohon aren tersebut. Hasil penyelidikan memastikan bahwa kerangka itu adalah Muhammad Yuda Prawira, warga sekitar yang dilaporkan menghilang dua tahun lalu.

“Identitasnya sudah dipastikan, benar atas nama Muhammad Yuda Prawira,” ujar Kasi Humas Polres Sergai, Iptu L. B. Manulang.

Identifikasi tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan Labfor dan uji DNA. Manulang menjelaskan bahwa kecocokan DNA antara kerangka dengan ayah kandung Yuda mencapai tingkat yang sangat tinggi.

“Hasil tes DNA menunjukkan kecocokan biologis 99,9 persen dengan ayahnya,” jelasnya.

6. Tidak Ada Tanda Kekerasan

Polisi juga memberikan penjelasan mengenai kemungkinan penyebab kematian Muhammad Yuda Prawira. Dari hasil identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada kerangka yang ditemukan.

“Untuk penyebab kematian, yang kami temukan hanyalah tulang belulang. Sebagai ahli forensik, tugas kami adalah melakukan identifikasi, dan dari kondisi tulang tersebut dapat disimpulkan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ujar Pamin Subdit Yamet Dokpol Bhayangkara Polda Sumut, Iptu Egar Saragih, Rabu (19/11).

Egar menambahkan bahwa keterbatasan bukti membuat analisis forensik tidak bisa dilakukan lebih jauh. Tidak adanya jaringan tubuh seperti otot atau daging membuat proses pemeriksaan menjadi terbatas.

“Karena yang ditemukan hanya tulang, kami tidak bisa menarik kesimpulan lebih jauh tentang kondisi organ maupun kemungkinan lain. Yang jelas, tulang belulang itu utuh dan sesuai identifikasi, berasal dari manusia ras mongoloid berjenis kelamin laki-laki,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa apabila saat ditemukan masih terdapat jaringan lunak atau sisa otot, pihak forensik dapat menelusuri lebih dalam apakah korban mengalami tindak kekerasan atau tidak.

“Kalau saat ditemukan masih ada jaringan lunak, mungkin kami bisa melihat ada tidaknya indikasi kekerasan,” tambah Egar.

Dapatkan Informasi berita game online terbaik > Uniquepetualang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *