UniqueSuara.com – Isu subsidi energi kembali memanas. Purbaya melontarkan kritik keras terhadap perusahaan batu bara, mempertanyakan logika dan keadilan kebijakan subsidi yang dinilai justru menguntungkan pihak-pihak yang sudah kaya.
“Saya subsidi yang kaya, wajar nggak?” ujar Purbaya, dalam pernyataan yang langsung menyedot perhatian publik dan memicu perdebatan luas.
Kritik soal Arah Subsidi Batu Bara
Menurut Purbaya, subsidi seharusnya ditujukan untuk melindungi masyarakat kecil, bukan malah memperkuat keuntungan perusahaan besar. Ia menilai skema subsidi batu bara saat ini berpotensi melenceng dari tujuan awal kebijakan energi nasional.
Dalam kritiknya, Purbaya menyoroti bahwa:
- Perusahaan batu bara merupakan pelaku usaha dengan keuntungan besar
- Subsidi membuat beban keuangan negara semakin berat
- Dana publik seharusnya lebih tepat sasaran
Pernyataan ini mencerminkan keresahan atas penggunaan anggaran negara yang dinilai tidak adil.

Beban Negara dan Ketimpangan
Subsidi batu bara selama ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga energi dan pasokan listrik. Namun, Purbaya menilai dampak kebijakan tersebut perlu dievaluasi lebih dalam, terutama dari sisi keadilan sosial.
Ia mempertanyakan:
- Apakah negara perlu terus menopang industri yang sudah mapan
- Seberapa besar manfaat subsidi benar-benar dirasakan rakyat
- Apakah kebijakan ini memperlebar ketimpangan ekonomi
Isu ini menjadi sensitif di tengah tekanan fiskal dan kebutuhan anggaran untuk sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan.
Dorongan Evaluasi Kebijakan Energi
Pernyataan Purbaya dinilai sebagai sinyal kuat agar pemerintah mengevaluasi ulang kebijakan subsidi energi, khususnya di sektor batu bara. Sejumlah pengamat menilai kritik ini membuka ruang diskusi publik tentang:
- Reformasi subsidi energi
- Transisi ke energi bersih
- Transparansi penerima manfaat subsidi
Langkah evaluasi dianggap penting agar kebijakan energi lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
Respons Publik dan Perdebatan

Ucapan Purbaya memicu beragam respons. Sebagian masyarakat mendukung dan menilai kritik tersebut mewakili suara publik yang selama ini mempertanyakan keadilan subsidi. Namun, ada pula pihak yang menilai subsidi masih dibutuhkan demi menjaga stabilitas sektor energi nasional.
Perdebatan ini menunjukkan bahwa subsidi batu bara bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga isu moral dan keadilan sosial.
Sentilan keras Purbaya terhadap perusahaan batu bara membuka kembali diskusi tentang arah subsidi energi di Indonesia. Pertanyaan “subsidi yang kaya, wajar nggak?” menjadi refleksi penting bagi pembuat kebijakan untuk memastikan anggaran negara benar-benar berpihak pada kepentingan publik luas, bukan hanya segelintir pihak.
Dapatkan Informasi mengenai Tips Kesehatan hanya di > UniqueSehat
